HELLO BRO!

T.F.O.A

You'll Never Walk Alone

ANFIELD

Jumat, 03 Februari 2017

VLAN TRUNK


Trunk berfungsi untuk melewatkan traffic VLAN dari switch yang berbeda, antara switch 1 ke switch 2 yang terhubung. Pc0, pc1, pc 2 dan  pc3 ini masuk VLAN 100. Pc 4, pc5, pc6, pc7 ini termasuk vlan 200.

 
Konfigurasi Switch 0 :
          Switch>enable
Switch#vlan
Switch#vlan name
Switch#vlan database 
Switch(vlan)#vlan 100 name guru
VLAN 100 added:
    Name: guru
Switch(vlan)#vlan 200 name siswa
VLAN 200 added:
    Name: siswa
Switch(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting....
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch(config-if)#switchport access vlan 100
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/3
Switch(config-if)#switchport access vlan 100
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/5
Switch(config-if)#switchport access vlan 200
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/4
Switch(config-if)#switchport access vlan 200
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config)#exit



Konfigurasi Switch 1 :
Switch>enable
Switch#vlan
Switch#vlan name
Switch#vlan database
Switch(vlan)#vlan 100 name guru
VLAN 100 added:
    Name: guru
Switch(vlan)#vlan 200 name siswa
VLAN 200 added:
    Name: siswa
Switch(vlan)#exit
APPLY completed.
Exiting....
Switch#configure terminal
Enter configuration commands, one per line.  End with CNTL/Z.
Switch(config)#interface fastEthernet 0/2
Switch(config-if)#switchport access vlan 100
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/3
Switch(config-if)#switchport access vlan 100
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/5
Switch(config-if)#switchport access vlan 200
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/4
Switch(config-if)#switchport access vlan 200
Switch(config-if)#exit
Switch(config)#interface fastEthernet 0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk

Dan berikut adalah hasil percobaan ping dari ip 200.200.200.1 ke 200.200.200.4

PC>ping 200.200.200.1
Pinging 200.200.200.1 with 32 bytes of data:
Reply from 200.200.200.1: bytes=32 time=1ms TTL=128
Reply from 200.200.200.1: bytes=32 time=11ms TTL=128
Reply from 200.200.200.1: bytes=32 time=0ms TTL=128
Reply from 200.200.200.1: bytes=32 time=17ms TTL=128
Ping statistics for 200.200.200.1:
    Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
    Minimum = 0ms, Maximum = 17ms, Average = 7ms


Pada konfigurasi kali ini masih belum dapat terhubung dengan berbeda segmen, agar bisa menghubungkannya kira perlu memberikan 1 buah router diantara switch nya. 

kita hanya perlu menambahkan sedikit konfigurasi pada routernya seperti berikut ini :

Router(config)#interface FastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#interface FastEthernet 0/0.10
Router(config-subif)#ip address 100.100.100.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#exit


Router(config)#interface FastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#interface FastEthernet 0/0.20
Router(config-subif)#ip address 200.200.200.1 255.255.255.0

setelah kita menambahkan router dan sedikit konfigurasinya seperti diatas, sekarang kita sudah bisa menghubungkan antara 2 segmen yang berbeda.

Senin, 09 Januari 2017

“JOBSHEET  WIRELESS POINT TO POINT DENGAN UBIQUITI 
A. Topologi
1
Dari gambar di atas dapat dilihat bawah internet berada pada antena tower dengan menggunakan koneksi modem speedy. Internet akan di distribusikan ke gedung kampus Bina Darma, sehingga komputer yang ada dapat mengakses internet yang di sharing dari ISP. Pada studi kasus kali ini menggunakan perangkat Ubiquiti Nano Bride M5 atau Nano Station M2.
B. Alat – alat
  1. PC/Laptop
  2. Radio ubiquiti
  3. Tower
  4. Kabel
  5. Alat keselamatan
 C. Langkah Konfigurasi
Radio 1
  1. Sekarang kita akan mengkonfigurasi “Radio Satu” yang ada pada tower ISP. Pastikan perangkat radio telah dirakit dengan benar dan telah dihidupkan. Hubungkan perangkat radio ke laptop untuk melakukan konfigurasi.
2
  1. Secara default perangkar radio Ubiquiti memiliki IP Address 192.168.1.20 sehingga laptop yang kita gunakan harus menggunakan ip yang sama (satu network contoh 192.168.1.13).

  1. Buka browser (mozilla, IE atau Opera), kemudian ketik URL http://192.168.1.20 kemudian login menggunakan user =ubnt dan password = ubnt
3
  1. Masuk kelaman > TAB WIRELESS kemudian konfigurasi sebagai berikut. Wiless mode = Access point, SSID = TKJ, Country Code = Indonesia, Channel Width 20 Mhz Frequency = 2442, Security = WPA, WPA Authentication = PSK, WPA Preshared Key = xiitkj1
screenshot-246
  1. Setelah semua disesuaikan, lanjutkan dengan klik Change > Apply
4
  1. Selanjutnya pindah ke “Radio Dua”

Radio 2
  1. Konfigurasi pada Ubiquiti “Radio Dua” hampir sama, tetapi pada Radio Dua mode wireless menjadi station.
2
  1. Secara default perangkar radio Ubiquiti memiliki IP Address 192.168.1.20 sehingga laptop yang kita gunakan harus menggunakan ip yang sama (satu network contoh 192.168.1.13).

  1. Buka browser (mozilla, IE atau Opera), kemudian ketik URL http://192.168.1.20 kemudian login menggunakan user =ubnt dan password = ubnt
3
  1. Masuk kelaman > TAB WIRELESS kemudian konfigurasi sebagai berikut. Wiless mode = Station, SSID = TKJ, Country Code = Indonesia, Channel Width 20 Mhz Frequency = 2442, Security = WPA, WPA Authentication = PSK, WPA Preshared Key = xiitkj1
screenshot-247
5. Setelah konfigurasi disesuaikan, lanjutkan dengan meng-klik Select untuk melakukan scanning Access Point.
screenshot-248
5
  1. Hasil dari scanning, kita akan mengunci MAC Address dari Access Point sebagai berikut
screenshot-249
  1. Setelah semua disesuaikan, lanjutkan dengan klik Change > Apply Selanjutnya LED pada Access Point dan Station akan menjadi FULL
4

  1. Selanjutnya pada sisi setiap komputer kampus AL – BAHRI 2 menggunakan IP Address dengan network 10.237.3.0/24 dengan gateway 10.237.3.1 dan DNS 8.8.8.8
Screenshot (250).png
  1. Lakukan pengujian PING ke arah Gateway
6
  1. Lakukan pengujian akses Internet
7

Jumat, 09 September 2016

Hub

Hub? Apakah itu semacam hubungan? Haha, mungkin bila ini artikel tentang cinta, hal itu bisa diterima, tetapi ini adalah artikel tentang jaringan, jadi pengertian tersebut salah. Hub adalah alat penghubung antar-user, tetapi paket yang dihubungkan (misalnya email, data, grafik) tersebut dikirimkan melalui semua port yang terdapat pada hub. Nah, ada yang masih bingung dengan pengertian di atas? Untuk lebih mudahnya, saya akan memberikan gambaran mudahnya. Misalnya sebuah hub memiliki 8 port, pada user yang menggunakan port 1 dengan IP: 192.168.1.1 mengirimkan sebuah data yang menuju ke port 4 dengan IP: 192.168.1.4.



Nah, dalam kasus seperti ini, data tersebut tidak langsung menuju ke port 4, tetapi dia akan menuju ke semua port, dari port 2 sampai dengan 8 untuk mencari alamat IP: 192.168.1.4. Apakah hal ini efisien? Tentu tidak. Karena tujuan kita hanya 1 port, mengapa semua port harus kita kirimkan data yang sama? Itu seperti kita mengirim surat untuk 1 alamat, tetapi ke 7 alamat tersebut juga mendapatkan surat yang sama. Karena kegunaannya hub sering digunakan untuk sebuah institut yang memiliki banyak komputer / device untuk dihubungkan menjadi 1 jalur. Sebenarnya hub itu dibagi menjadi 2, yaitu hub Pasif dan hub Aktif, tetapi saya tidak akan membahas hal tersebut di sini. Nah, sudah mengetahui kan pengertian hub? Untuk lebih jelasnya silakan lihat gambar berikut ini!



Switch

Sekarang kita akan membahas alat yang lebih cerdas daripada hub. Apakah itu? Yup, switch. Switch di sini bukanlah sebuah tombol ya, tetapi switch di sini adalah alat penghubung antar-user, tetapi paket yang dihubungkan (misalnya email, data, grafik) tersebut dikirimkan melalui port yang dituju. Dari sini kita sudah mengetahui perbedaan yang mencolok antara switch dan hub. Supaya anda lebih mudah memahaminya lagi, saya akan memberikan gambaran untuk anda. Misalnya ada sebuah user yang menggunakan port 3 dengan IP: 192.168.1.3 akan mengirimkan data menuju ke port 5 dengan IP: 192.168.1.5. Data yang dikirim tersebut akan langsung menuju ke port 5, tidak melalui semua port seperti hub. Sama seperti hub, switch biasa digunakan untuk sebuah institut yang memiliki banyak komputer / device untuk dihubungkan menjadi 1 jalur. Dan untuk switch, sebenarnya terdapat 2 macam switch yang berbeda, yaitu switch Manageable dan switch Non-Manageable. Untuk perbedaannya silakan anda bertanya pada Mbah Google yang lebih pintar.





Router

Router, berasal dari kata route yang artinya rute atau jalan. Lalu, apa hubungannya jalan dengan alat ini? Sebenarnya hubungannya terdapat pada fungsinya. Secara sederhana, pengertian router adalah alat yang digunakan untuk menghubungkan 2 user atau lebih dengan IP address yang memiliki network ID yang berbeda, bukan hanya host ID yang berbeda. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan contoh berikut ini. IP: 192.168.1.1 memiliki network ID: 192.168.1 dan host ID: 1, IP: 192.167.1.1 memiliki network ID: 192.167.1 dan host ID: 1, nah coba tebak, IP: 192.170.1.3 memiliki network ID dan host ID berapa? Yup, memiliki network ID: 192.170.1 dan host ID: 3. Mungkin untuk penjelasan tentang network ID dan host ID bisa mencari di Google atau artikel lainnya, karena bila saya menjelaskan semua, akan menghabiskan halaman dari artikel yang saya buat.

Hasil gambar untuk router-cisco

Lalu bila IP address yang memiliki network ID yang sama, apakah tidak bisa? Tentu saja bisa! Coba bandingkan dengan hub maupun switch bila ingin berkomunikasi dengan 2 IP dengan network ID yang berbeda, misalnya 192.168.1.1 dengan 192.167.1.1, maka tidak akan bisa. Nah di sinilah fungsi router digunakan, router akan meneruskan data yang dikirim meskipun dengan network ID yang berbeda. Router biasa digunakan untuk menghubungkan 2 institut, misalnya gedung perkantoran dengan gedung sekolah, karena jelas masing2 institut memiliki network ID yang berbeda. Banyak sekali macam-macam router yang ada di dunia ini, tetapi yang sering saya gunakan adalah router MikroTik. Karena router tersebut sangat nyaman digunakan dan sangat User-Friendly.
LANGKAH KERJA KONFIGURASI DNS SERVER DAN MAIL SERVER
1. Remove DNS yang sudah di install, dengan mengetik :
#apt-get remove –purge bind9
2. Setelah di UPDATE, baru di install kembali DNS,  dengan mengetik :
#apt-get update
#apt-get install bind9
rooot@ubuntu:/var/www# apt-get update
root@ubuntu:/var/www# apt-get install bind9
3. Ada 3 file yang di konfigurasi file
Db.local         
Db.127                       
Named.conf.default-zones   
4.untuk mengantisipasi terjadinya eror maka 3 file tersebut harus di copy terlebih dahulu dengan cara : masuk ke direktory /etc/bind, dengan cara :
#cd[spasi]/etc/bind [ENTER]
Kemudian copy seperti di bawah ini   :




Cp[spasi]named.conf.default-zones[spasi]named.conf.default-zones
Cp[spasi]db.127[spasi]db.254
Cp[spasi]db.local[spasi]db.tegar.ab
5. Membuat konfigurasi, named.conf.default-zones, dengan mengetik :
#nano[spasi]/etc/bind/named.conf.default-zones
Script yang belom di ubah:

zone "localhost" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.local";
};
zone "86.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.127";
};
Script yang telah di ubah

zone "tegar.ab" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.tegar.ab";
};
zone "1.168.192.in-addr.arpa" {
        type master;
        file "/etc/bind/db.254";
};
Simpan dengan menekan CTRL+O,[ENTER],CTRL+X
6. Membuat konfigurasi Domain: db.facebook15 pada directory /etc/bind/Copy file db.local menjadi alamat db.facebook15, dengan mengetik :
#cp[spasi]/etc/bind/db.local[spasi]/etc/bind/db.jhose.ab
#nano[spasi]/etc/bind/db.jhose.ab
            Script yang belom di ubah :





@       IN      SOA     localhost.com. root.localhost.com. (
                                     2         ; Serial
                                    604800         ; Refresh
                                    86400         ; Retry
                                   2419200         ; Expire
                                    604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS          localhost.
@       IN      A            127.1.1.1
@       IN      AAAA    ::1
Script yang telah di ubah





@       IN      SOA     tegar.ab. root.tegar.ab. (
                                     2         ; Serial
                                    604800         ; Refresh
                                    86400         ; Retry
                                   2419200         ; Expire
                                    604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@        IN        NS      tegar.ab.
@        IN        A         192.168.1.31
@        IN        AAAA    ::1
www   IN        A         192.168.1.31  
FTP    IN        A         192.168.1.31
Mail    IN        A         192.168.1.31
Simpan dengan menekan CTRL+O,[ENTER],CTRL+X
7. Membuat konfigurasi Resolver : db.254 pada directory /var/cache/bind copy file db.127 menjadi db.254
#cp[spasi]/etc/bind/db.127[spasi]/etc/bind/db.254
#nano[spasi]/etc/bind/db.254
Script yang belum di ubah:





@       IN      SOA     localhost. root.localhost. (
                              1         ; Serial
                         604800         ; Refresh
                          86400         ; Retry
                        2419200         ; Expire
                         604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      localhost.
1.0.0   IN      PTR     localhost.
Script yang sudah di ubah :





            @       IN      SOA     tegar.ab. root.tegar.ab. (
                                                1         ; Serial
                                                604800         ; Refresh
                                                86400         ; Retry
                                                2419200         ; Expire
                                                604800 )       ; Negative Cache TTL
;
@       IN      NS      tegar.ab.
1       IN      PTR     www.tegar.ab.
1       IN      PTR     ftp.tegar.ab.
1       IN      PTR     mail.tegar.ab.
Simpan dengan menekan CTRL+O,[ENTER].CTRL+X
8. Ubalah nameserver menjadi IP Address kamu, dengan mengetik :
#nano /etc/resolv.conf
root@ubuntu:/var/www# nano /etc/resolv.conf
sebelum di ubah :



# Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
#     DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
nameserver 200.200.200.201
sudah di ubah :

# Dynamic resolv.conf(5) file for glibc resolver(3) generated by resolvconf(8)
#     DO NOT EDIT THIS FILE BY HAND -- YOUR CHANGES WILL BE OVERWRITTEN
nameserver 192.168.1.31
dns-nameserever 192.168.1.31
dns-search tegar.ab
Simpan dengan menekan CTRL+O,[ENTER],CTRL+X
9. Restart DNS SERVER, dengan mengetik :
#/etc/init.d/bind9 restart



root@ubuntu:/var/www# /etc/init.d/bind9 restart
Apabila bind9 pada waktu di restart gagal (failed). Periksa kembali script pada file named.conf, db.jhose.ab dan db.254. setelah itu restart kembali bind9.
10. Jalankan DNS SERVER
#nslookup 192.168.1.31

root@ubuntu:/home/jhose# nslookup 192.168.1.31
Server:         192.168.15.1
Address:        192.168.15.1#53
31.1.168.192.in-addr.arpa       name = mail.tegar.ab.
31.1.168.192.in-addr.arpa       name = ftp.tegar.ab.
31.1.168.192.in-addr.arpa       name = www.tegar.ab.
root@ubuntu:/home/jhose#
#nslookup www.jhose.ab

root@ubuntu:/home/jhose# nslookup tegar.ab
Server:         192.168.1.31
Address:        192.168.1.31#53
Name:   tegar.ab
Address: 192.168.1.31
root@ubuntu:/home/jhose#
kemudian setting IP Addres Win XP lalu yaitu 192.168.2.2
lalu di lalu di repair


Kemudian, coba kalian kirim Email dengan cara klik compose lalu masukan nama Email yang akan menerima pesan  lalu klik Send
Jika sudah klik Sign Out

Kemudian masukan Email yang satunya Admin,, jika pesan yang kita kirim telah ada seperti di bawah ini itu berarti kita telah berhasil

Popular Posts

Diberdayakan oleh Blogger.

Maturnuwun Bro!